Akhirnya, di usiaku yang telah merambat 36 tahun, tanggal 27 Oktober 2010 pukul 20.00 aku berhasil mempertahankan Disertasiku pada Sidang Terbuka Promosi Doktor di Postgraduate School – State Islamic University (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, dan secara resmi berhasil meraih gelar akademik “Doktor” dalam konsentrasi Islamic Economic. Di hadapan para penguji yang diketuai Prof. Dr. Azyumardi Azra dengan tim pengujinya Prof. Dr. Sri-Edi Swasono, Prof. Dr. Abdul Hamid, Prof. Dr. Abuddin Nata, dan Prof. Dr. Ahmad Rodoni, Alhamdulillah aku dapat meyakinkan dan mempertahankan argumentasi disertasiku. Studi S3 ini kuselesaikan dalam rentang 3 tahun 2 bulan.
Menjadi Doktor adalah salah satu cita-citaku, sebagai wujud pengabdianku kepada Sang Pencipta dalam memahami setitik kecil ilmu-Nya yang mahaluas. Wahai Allah Sang Pencipta, segala puji bagi-Mu, akhirnya aku menjadi Doktor. Ternyata, Engkau masih berkenan menganugerahiku sebuah pencapaian tinggi, dalam perjuangan yang penuh makna, melelahkan, terasa hingga ke sumsum tulang, tetapi sungguh dipenuhi syukur atas pemahaman yang sangat memuaskan dahaga keilmuanku.
Wahai Allah, tadinya aku sungguh sudah kehilangan arah. Aku tak tahu bagaimana mengejar pencapaian ini. Masih sangat teringat dalam memoriku, betapa aku diganjal orang-orang zalim yang semena-mena menyingkirkanku dengan kekuatan yang dimilikinya. Ampun Ya Allah, aku yang Mahasiswa Terbaik ITB di tahun 1996 dari Jurusan Geofisika dan Meteorologi, aku yang berhasil meraih beasiswa URGE dari World Bank dalam meraih Master Sains di ITB, diganjal secara tidak fair dan semena-mena ketika melamar secara fair di tahun 1998 untuk menjadi Dosen di almamaterku oleh Sang Kajur kala itu. Ya Allah, aku terbuang kala itu. Seorang intelektual yang dihinakan. Masih sangat terasa kelelahanku kala itu. Rasa sakitnya selalu ingin kulupakan, tetapi bagaimanapun masih saja terasa. Akhirnya, beserta rasa-rasa sakit lain karena banyak terzalimi, semua kupasrahkan kembali pada-Mu.
Wahai Allah, setitik kecil ilmu-Mu telah kupahami. Tentu saja, aku masih juga dahaga untuk memahami ilmu-Mu yang lain-lainnya. Tetapi, setitik ilmu-Mu yang telah kupahami ini sangat ingin kuajarkan kepada hamba-hamba taat-Mu yang lain, maka beri aku jalan untuk mengajarkan ilmu, memahamkan ilmu, dan menerapkan kebaikan ilmu-Mu. Beri pemikiran dan jalannya yang lapang, yang memahamkan, yang menenangkan, yang membahagiakan, yang menyejahterakan, serta yang membawa kepada pengabdian tulus dunia akhirat kepada-Mu.
Wahai Allah, Engkau Yang Mahakaya yang tak pernah berkurang kekayaannya. Engkau Yang Mahaberkuasa. Engkau Yang Raja. Engkau Yang Sepatutnya Sombong. Hanya Engkau. Maka aku bersujud kepada-Mu memohon agar Engkau menundukkan serendah-rendahnya orang-orang yang sombong, yang zalim, yang merasa berkuasa, yang merasa kaya, dan yang merasa memimpin, di hadapan pengabdian tulusku pada-Mu. Wahai Allah, jangan biarkan kezaliman makhluk-Mu menguasai dunia yang Kau ciptakan, maka hamba berlindung pada-Mu.
