Proyeksi Masa Depan

Dari berita di surat kabar terungkap bahwa buku-buku dan pernak-pernik yang berkaitan dengan ramal meramal ternyata laku keras. Mulai dari buku-buku astrologi, shio, fengshui, hingga buku primbon sampai kartu-kartu tarot. Demikian pula penjualan jasa ramal-meramal, astrologi, fengshui, dan sebagainya juga laku keras, terlebih pada akhir atau menjelang awal tahun. Ramal meramal di sini tidak termasuk prediksi yang dilandasi oleh kalkulasi ilmiah berdasarkan sains yang eksak. Tulisan berikut ini tidak bermaksud menghakimi salah atau benar, tetapi akan berusaha membuka fenomena ini secara lebih luas dengan nuansa keterbukaan.

Orang yang percaya kepada ramal meramal tentunya sudah meyakini adanya alam dan makhluk gaib. Apa memang demikian? Jelas demikian, karena prosesi ramal meramal identik dengan penerawangan, di mana si peramal seakan mendapat firasat atau bisikan dari alam gaib. Kecuali jika si peramal itu adalah tukang tipu atau prosesi ramalannya sekedar permainan untung-untungan kartu. Hanya saja, meskipun si peramal itu memang mendapat firasat atau bisikan atau apa pun dari alam gaib, firasat, bisikan, atau apapaun dari alam gaib itu juga belum tentu benar, bahkan akan banyak salahnya.

Alam gaib dan makhluk gaib itu memang ada, tak perlu lagi didebat, seperti kita percaya adanya Tuhan. Dari teks-teks Kitab Suci atau Hadis Sahih ada dijelaskan bahwa dengan ilmu-Nya Tuhan memang Maha Mengetahui, termasuk atas peristiwa yang akan terjadi, masa depan, bahkan akhir zaman. Dan Tuhan firmankan bahwa itu adalah urusan-Nya, manusia tidak usah berusaha untuk tahu. Kalaupun diizinkan-Nya manusia tahu, pengetahuan itu hanyalah sedikit saja. Celakanya, memang ada syetan yang mencuri berita dari malaikat lalu lari terbirit-birit dikejar semburan api. Ada pula dari golongan jin yang sering membuat tipu daya membisikkan hal-hal baik kepada manusia. Bisikan-bisikan dari syetan dan jin itulah yang diterima oleh para tukang ramal, yang lalu dibungkus lagi dengan banyak kedustaan. Karena usaha bertanya kepada tukang ramal itu hakikatnya adalah usaha mendahului ketentuan Tuhan, maka ia dinilai sebagai perbuatan menyekutukan Tuhan. Dosanya tidak akan diampuni jika tidak bertobat. Bagi orang Muslim, siapa yang mendatangi tukang ramal lalu menanyakan sesuatu kepadanya, maka Tuhan tidak menerima salatnya selama 40 malam.

Keingintahuan akan masa depan, apakah sukses atau tidak, apakah sehat atau tidak, apakah berjodoh atau tidak, apakah selamat atau tidak, dan sebagainya, jika dipikir sebenarnya hanya berkutat di dalam ruang pikir yang sempit. Mengapa demikian? Karena keingintahuan itu terbatas untuk segala hal selama di dunia. Lalu apakah manusia tidak percaya bahwa setelah kematianlah justru adalah kepastian apakah ia bahagia masuk syurga atau terus tersiksa karena masuk neraka? Padahal sudah jelas, tidak perlu diramal lagi, siapa manusia yang mengabdi kepada Tuhan, Sang Pemilik Arsy, dia akan bahagia kelak, karena masuk syurga. Ha.., ha.., ha, banyak orang menertawakan karena menyepelekan. Apakah sesederhana itu? Jawabannya: ya, memang sederhana, mengabdi kepada Tuhan.

Kembali kepada adanya hal-hal gaib, yang manusia hanya diberi sedikit pengetahuan tentang itu oleh Tuhan. Termasuk pengetahuan akan hal-hal gaib itu adalah adanya pula teks-teks di dalam Kitab Suci dan Hadis Sahih yang memberitakan peristiwa di masa depan, akhir zaman, jin, syetan, malaikat, syurga, neraka, termasuk tentang Tuhan Sang Pencipta sendiri. Yang akan dibahas selanjutnya adalah adanya berita-berita tentang menjelang akhir zaman di dalam Kitab Suci dan Hadis Sahih itu.

Sebelumnya mungkin akan muncul pertanyaan, apakah teks-teks mengenai peristiwa menjelang akhir zaman di dalam Kitab Suci dan Hadis Sahih itu adalah juga ramalan? Bagi orang beriman, jawabannya tidak. Berita dari Kitab Suci atau Hadis Sahih itu diyakini oleh orang beriman sebagai keniscayaan, bukan ramalan. Tentu saja, karena berita itu dinyatakan oleh Sang Pencipta sendiri atau melalui Nabi utusan-Nya. Akan tetapi, bagi orang yang tidak beriman atau orang lain yang tidak seiman, berita itu tentu juga hanya mencapai kadar ramalan. Yang penting di sini, ternyata semua kitab suci ada memberitakan peristiwa yang akan terjadi di masa depan dan atau menjelang akhir zaman. Inilah yang akan ditekankan.

Satu berita yang diyakini kebenarannya oleh orang-orang beriman dari kaum Muslim, Nasrani, dan Yahudi adalah akan adanya pertempuran besar terakhir menjelang akhir zaman antara kebaikan dan keburukan. Masalahnya, mana yang baik dan mana yang buruk akan berbeda sesuai sisi pandang masing-masing. Maka berbagai peristiwa global dunia baik yang telah menjadi sejarah maupun yang akan datang jelas akan diwarnai oleh berita menjelang akhir zaman itu. Ah, jangan terlalu terobsesi dan paranoid begitu dong. O tidak! Ini bukan karangan, obsesi, atau paranoid yang omong kosong tak berdasar. Dasarnya ada, maka mari kita perhatikan dan diskusikan dengan penuh keterbukaan, tanpa emosi, jadikan sebagai wawasan tambahan.

Pertempuran besar terakhir menjelang akhir zaman akan terjadi di Palestina. Kitab Yahudi dan Nasrani menyebutnya dengan “Armageddon” (Bible, in Revelation 16:16). Kata ini diyakini berasal dari bahasa Hebrew (bahasa kaum Yahudi) dari kata Hill of Megiddo, yaitu sebuah tempat di dataran Isdraelon, yang akan menjadi pusat pertempuran besar itu. Sementara dari Hadis Sahih kaum Muslim juga dikabarkan tentang pertempuran besar itu, di mana kaum Muslim akan dipimpin oleh seorang Imam keturunan Rasul Muhammad saw yang akan mendapat gelar al-Mahdi (Lihat kitab Ibn Katsir: al-Bidayah wa al-Nihayah).

Kaum Nasrani dan Muslim juga meyakini akan turunnya kembali Isa al-Masih putra Maryam. Kaum Nasrani meyakini bahwa al-Masih akan turun untuk menunjukkan kebenaran. Sedangkan kaum Muslim meyakini bahwa al-Masih akan turun untuk turut membantu al-Mahdi memimpin kaum Muslim memenangkan pertempuran serta menghadapi Dajjal dan bangsa Ya’jud wa Ma’jud.

Boleh jadi konflik Timur Tengah umumnya dan Palestina khususnya antara kaum Yahudi (yang dibantu Nasrani) dengan kaum Muslim, termotivasi oleh berita pertempuran menjelang akhir zaman ini. Apalagi di dalam kitab Yahudi memang ada dinyatakan bahwa Palestina adalah tanah yang dijanjikan Tuhan bagi kaum Yahudi. Dan ini memang jelas menjadi motivasi dasar gerakan Zionisme dan berdirinya negara Israel. Tulisan ini bukan bermaksud memperbesar aroma konflik tersebut, sehingga membakar hati kita masing-masing. Akan tetapi, marilah kita berpikir sebagai makhluk Tuhan yang diberi akal pikiran. Jika berita Tuhan tentang pertempuran besar menjelang akhir zaman itu benar, bagaimana sikap kita? Sebagai orang beriman, tentu kita meyakini kebenaran keyakinan kita masing-masing dan berusaha keras untuk memperjuangkannya. Tetapi pernahkah kita mempertanyakan atau bahkan sedikit memprotes, Ya Tuhan apakah memang Kau takdirkan ras manusia ciptaan-Mu ini untuk saling terus berperang? Tidak bisakah dengan kasih sayang-Mu Kau lunakkan hati-hati kami yang bersalah dan berdosa untuk mau menerima kebenaran yang Kau tunjukkan, agar kami semua tunduk ikhlas mengabdi kepada-Mu dan ikhlas menegakkan keadilan.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.